Pembelajaran Descriptive Text

RPP Descriptive Text - Tempat Wisata Religi

Rencana Pembelajaran

Descriptive Text - Tempat Wisata Religi di Jombang

Mata Pelajaran: Bahasa Inggris Fase: F (Kelas XI/XII) Durasi: 4 Pertemuan @ 2 JP

STAGE 1 – Hasil yang Diharapkan

Tujuan Pembelajaran

Melalui pendekatan Understanding by Design, peserta didik diharapkan dapat mencapai pemahaman mendalam dan mentransfer pengetahuan tentang descriptive text.

  • Menganalisis struktur dan ciri kebahasaan dari descriptive text tingkat lanjutan.
  • Mengumpulkan data/informasi valid tentang tempat wisata religi di Jombang.
  • Menulis teks deskriptif (200–300 kata) dengan kosakata akademik dan struktur yang tepat.
  • Menyampaikan deskripsi tempat tersebut secara lisan dengan percaya diri.

STAGE 2 – Bukti Penilaian

Penilaian Sumatif

Bentuk Deskripsi Teknik
Tulisan Teks deskriptif tentang tempat wisata religi pilihan (200–300 kata). Penilaian teks tertulis
Lisan Presentasi dengan media visual (3–5 menit per siswa) Penilaian kinerja lisan

Penilaian Formatif (Per Pertemuan)

Pertemuan Teknik Fokus
1 Kuis & tanya jawab Struktur dan unsur kebahasaan teks
2 Observasi, wawancara mini Kemampuan menggali informasi
3 Peer review Struktur teks dan penggunaan grammar
4 Presentasi Kelancaran berbicara dan kejelasan informasi

STAGE 3 – Rencana Pembelajaran

Pertemuan 1 (90 menit)

Tujuan: Siswa memahami struktur dan ciri kebahasaan descriptive text melalui teks model.

  • Pendahuluan (15’): Guru menayangkan video pendek tentang Makam Gus Dur dan memulai diskusi interaktif. Siswa diminta untuk mengemukakan kesan pertama, kata sifat, atau hal-hal menarik yang mereka lihat dan rasakan. Ini berfungsi sebagai aktivitas brainstorming untuk mengaktifkan skemata (pengetahuan awal).
  • Eksplorasi Teks Model (30’): Guru membagikan teks deskriptif “Gus Dur’s Grave”. Siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi tiga bagian utama teks: Identification, Description, dan Additional Information. Guru membimbing dengan pertanyaan-pertanyaan pemantik seperti, "Di paragraf mana penulis memperkenalkan tempatnya?" dan "Informasi apa saja yang dijelaskan secara rinci?".
  • Analisis Bahasa (30’): Siswa diminta untuk menyoroti (highlight) atau mewarnai kata-kata dalam teks model berdasarkan fungsinya, misalnya:
    • Warna Biru: Simple Present Tense (e.g., is, stands, welcomes).
    • Warna Merah: Kata Sifat (adjectives) (e.g., sacred, peaceful, large).
    • Warna Hijau: Kata Keterangan Tempat (prepositions of place) (e.g., in, near, around).
    Guru kemudian memimpin diskusi untuk menyimpulkan ciri-ciri kebahasaan tersebut.
  • Refleksi & Penilaian Formatif (15’): Siswa mengerjakan kuis singkat (lisan atau tertulis) yang berfokus pada pemahaman struktur dan ciri kebahasaan. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memastikan pemahaman awal.

Pertemuan 2 (90 menit)

Tujuan: Siswa mengumpulkan informasi faktual dan kosakata yang relevan untuk teks deskriptif mereka.

  • Pendahuluan (10’): Guru mereview singkat materi pertemuan sebelumnya dan memperkenalkan kegiatan utama: riset mandiri.
  • Pemilihan Tempat (10’): Siswa secara individu memilih satu tempat wisata religi lain di Jombang (misalnya: Makam Pangeran Benowo, Pondok Pesantren Tebuireng, atau Makam Syekh Abdul Qodir Jaelani di Rejoso). Guru memastikan setiap siswa memiliki topik yang unik.
  • Riset Berbasis Proyek (40’): Siswa melakukan riset menggunakan sumber daya yang tersedia (internet, buku, atau wawancara mini jika memungkinkan). Guru membagikan template riset yang mencakup:
    • Bagian Identifikasi: Nama tempat, lokasi, sejarah singkat.
    • Bagian Deskripsi: Daya tarik, suasana (tenang, ramai), hal-hal unik, detail arsitektur, dan pengalaman pribadi (jika ada).
    Guru berperan sebagai fasilitator dan memberikan bimbingan.
  • Penyusunan Vocabulary List (20’): Berdasarkan hasil riset, siswa menyusun daftar kosakata terkait tempat yang dipilih. Siswa dapat menggunakan teknik word map atau membuat "kamus mini" yang berisi kata sifat, kata kerja, dan frasa deskriptif.
  • Sharing Singkat (10’): Siswa berbagi temuan riset awal dan daftar kosakata mereka kepada teman sebangku. Ini memberikan kesempatan untuk umpan balik instan dan melatih kemampuan berbicara.

Pertemuan 3 (90 menit)

Tujuan: Siswa menyusun draf teks deskriptif dan merevisinya melalui proses peer review.

  • Membuat Draf Teks (35’): Siswa mulai menulis draf teks deskriptif (200–300 kata) berdasarkan informasi dan kosakata yang telah mereka kumpulkan. Guru berkeliling kelas untuk memberikan bimbingan individual.
  • Peer Review (Pasangan) (25’): Siswa bertukar draf tulisan dengan teman sebangku. Mereka menggunakan rubrik sumatif sebagai panduan untuk memberikan umpan balik (misalnya, cek kelengkapan struktur, penggunaan grammar, dan kekayaan kosakata).
  • Revisi dan Editing (25’): Siswa merevisi tulisan mereka berdasarkan masukan yang diberikan oleh teman dan guru. Aktivitas ini menekankan pentingnya proses menulis yang iteratif.
  • Upload Final Draft (5’): Siswa mengunggah hasil tulisan final ke platform digital (misalnya Google Classroom atau portofolio digital) sebagai bukti penilaian sumatif.

Pertemuan 4 (90 menit)

Tujuan: Siswa menyajikan teks deskriptif mereka secara lisan dengan percaya diri.

  • Persiapan & Latihan (20’): Siswa menggunakan waktu untuk mempersiapkan media visual (poster atau slide) dan berlatih presentasi. Guru memberikan tips singkat tentang public speaking, seperti kontak mata, intonasi, dan bahasa tubuh.
  • Presentasi Siswa (60’): Setiap siswa (atau dalam kelompok kecil) maju ke depan kelas untuk menyajikan teks deskriptif mereka secara lisan. Guru dan siswa lain menggunakan rubrik sumatif lisan untuk penilaian.
  • Refleksi & Penutupan (10’): Siswa mengisi lembar refleksi tentang pengalaman belajar mereka. Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi dan rangkuman pembelajaran.

Referensi Tambahan

Langkah-langkah pembelajaran di atas telah disesuaikan berdasarkan referensi dari:

  • Konsep Backward Design dalam Understanding by Design (UbD) yang berfokus pada "enduring understanding" dan transfer pengetahuan. (Sumber: ERIC, ResearchGate)
  • Metode pengajaran teks deskriptif yang interaktif seperti guessing game dan penggunaan media gambar untuk memancing diskusi. (Sumber: Disdik Purwakarta)
  • Strategi untuk menganalisis teks, menyusun kosakata, dan melakukan peer review yang terstruktur. (Sumber: British Council, Ruangguru)

Komentar