Rencana Pembelajaran
Descriptive Text - Tempat Wisata Religi di Jombang
STAGE 1 – Hasil yang Diharapkan
Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan Understanding by Design, peserta didik diharapkan dapat mencapai pemahaman mendalam dan mentransfer pengetahuan tentang descriptive text.
- Menganalisis struktur dan ciri kebahasaan dari descriptive text tingkat lanjutan.
- Mengumpulkan data/informasi valid tentang tempat wisata religi di Jombang.
- Menulis teks deskriptif (200–300 kata) dengan kosakata akademik dan struktur yang tepat.
- Menyampaikan deskripsi tempat tersebut secara lisan dengan percaya diri.
STAGE 2 – Bukti Penilaian
Penilaian Sumatif
| Bentuk | Deskripsi | Teknik |
|---|---|---|
| Tulisan | Teks deskriptif tentang tempat wisata religi pilihan (200–300 kata). | Penilaian teks tertulis |
| Lisan | Presentasi dengan media visual (3–5 menit per siswa) | Penilaian kinerja lisan |
Penilaian Formatif (Per Pertemuan)
| Pertemuan | Teknik | Fokus |
|---|---|---|
| 1 | Kuis & tanya jawab | Struktur dan unsur kebahasaan teks |
| 2 | Observasi, wawancara mini | Kemampuan menggali informasi |
| 3 | Peer review | Struktur teks dan penggunaan grammar |
| 4 | Presentasi | Kelancaran berbicara dan kejelasan informasi |
STAGE 3 – Rencana Pembelajaran
Pertemuan 1 (90 menit)
Tujuan: Siswa memahami struktur dan ciri kebahasaan descriptive text melalui teks model.
- Pendahuluan (15’): Guru menayangkan video pendek tentang Makam Gus Dur dan memulai diskusi interaktif. Siswa diminta untuk mengemukakan kesan pertama, kata sifat, atau hal-hal menarik yang mereka lihat dan rasakan. Ini berfungsi sebagai aktivitas brainstorming untuk mengaktifkan skemata (pengetahuan awal).
- Eksplorasi Teks Model (30’): Guru membagikan teks deskriptif “Gus Dur’s Grave”. Siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi tiga bagian utama teks: Identification, Description, dan Additional Information. Guru membimbing dengan pertanyaan-pertanyaan pemantik seperti, "Di paragraf mana penulis memperkenalkan tempatnya?" dan "Informasi apa saja yang dijelaskan secara rinci?".
-
Analisis Bahasa (30’):
Siswa diminta untuk menyoroti (highlight) atau mewarnai kata-kata dalam teks model berdasarkan fungsinya, misalnya:
- Warna Biru: Simple Present Tense (e.g., is, stands, welcomes).
- Warna Merah: Kata Sifat (adjectives) (e.g., sacred, peaceful, large).
- Warna Hijau: Kata Keterangan Tempat (prepositions of place) (e.g., in, near, around).
- Refleksi & Penilaian Formatif (15’): Siswa mengerjakan kuis singkat (lisan atau tertulis) yang berfokus pada pemahaman struktur dan ciri kebahasaan. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memastikan pemahaman awal.
Pertemuan 2 (90 menit)
Tujuan: Siswa mengumpulkan informasi faktual dan kosakata yang relevan untuk teks deskriptif mereka.
- Pendahuluan (10’): Guru mereview singkat materi pertemuan sebelumnya dan memperkenalkan kegiatan utama: riset mandiri.
- Pemilihan Tempat (10’): Siswa secara individu memilih satu tempat wisata religi lain di Jombang (misalnya: Makam Pangeran Benowo, Pondok Pesantren Tebuireng, atau Makam Syekh Abdul Qodir Jaelani di Rejoso). Guru memastikan setiap siswa memiliki topik yang unik.
-
Riset Berbasis Proyek (40’):
Siswa melakukan riset menggunakan sumber daya yang tersedia (internet, buku, atau wawancara mini jika memungkinkan). Guru membagikan template riset yang mencakup:
- Bagian Identifikasi: Nama tempat, lokasi, sejarah singkat.
- Bagian Deskripsi: Daya tarik, suasana (tenang, ramai), hal-hal unik, detail arsitektur, dan pengalaman pribadi (jika ada).
- Penyusunan Vocabulary List (20’): Berdasarkan hasil riset, siswa menyusun daftar kosakata terkait tempat yang dipilih. Siswa dapat menggunakan teknik word map atau membuat "kamus mini" yang berisi kata sifat, kata kerja, dan frasa deskriptif.
- Sharing Singkat (10’): Siswa berbagi temuan riset awal dan daftar kosakata mereka kepada teman sebangku. Ini memberikan kesempatan untuk umpan balik instan dan melatih kemampuan berbicara.
Pertemuan 3 (90 menit)
Tujuan: Siswa menyusun draf teks deskriptif dan merevisinya melalui proses peer review.
- Membuat Draf Teks (35’): Siswa mulai menulis draf teks deskriptif (200–300 kata) berdasarkan informasi dan kosakata yang telah mereka kumpulkan. Guru berkeliling kelas untuk memberikan bimbingan individual.
- Peer Review (Pasangan) (25’): Siswa bertukar draf tulisan dengan teman sebangku. Mereka menggunakan rubrik sumatif sebagai panduan untuk memberikan umpan balik (misalnya, cek kelengkapan struktur, penggunaan grammar, dan kekayaan kosakata).
- Revisi dan Editing (25’): Siswa merevisi tulisan mereka berdasarkan masukan yang diberikan oleh teman dan guru. Aktivitas ini menekankan pentingnya proses menulis yang iteratif.
- Upload Final Draft (5’): Siswa mengunggah hasil tulisan final ke platform digital (misalnya Google Classroom atau portofolio digital) sebagai bukti penilaian sumatif.
Pertemuan 4 (90 menit)
Tujuan: Siswa menyajikan teks deskriptif mereka secara lisan dengan percaya diri.
- Persiapan & Latihan (20’): Siswa menggunakan waktu untuk mempersiapkan media visual (poster atau slide) dan berlatih presentasi. Guru memberikan tips singkat tentang public speaking, seperti kontak mata, intonasi, dan bahasa tubuh.
- Presentasi Siswa (60’): Setiap siswa (atau dalam kelompok kecil) maju ke depan kelas untuk menyajikan teks deskriptif mereka secara lisan. Guru dan siswa lain menggunakan rubrik sumatif lisan untuk penilaian.
- Refleksi & Penutupan (10’): Siswa mengisi lembar refleksi tentang pengalaman belajar mereka. Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi dan rangkuman pembelajaran.
Referensi Tambahan
Langkah-langkah pembelajaran di atas telah disesuaikan berdasarkan referensi dari:
- Konsep Backward Design dalam Understanding by Design (UbD) yang berfokus pada "enduring understanding" dan transfer pengetahuan. (Sumber: ERIC, ResearchGate)
- Metode pengajaran teks deskriptif yang interaktif seperti guessing game dan penggunaan media gambar untuk memancing diskusi. (Sumber: Disdik Purwakarta)
- Strategi untuk menganalisis teks, menyusun kosakata, dan melakukan peer review yang terstruktur. (Sumber: British Council, Ruangguru)
Komentar
Posting Komentar